Skip to main contentdfsdf

Home/ lightserver3's Library/ Notes/ Apakah Fungsi Dan Tujuan Pendidikan SD?

Apakah Fungsi Dan Tujuan Pendidikan SD?

from web site

injope

Nah, setelah lulus dari Jurusan PGSD, kamu bakal kerja apa? Saat berkuliah di jurusan PGSD, kamu tentu akan mendalami semua mata pelajaran sekolah dasar, mulai dari Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PPKn, IPA, IPS, Kesenian hingga Penjaskes dan mata kuliah lain yang relevan. Wajib belajar pada hakekatnya untuk memenuhi hak asasi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (education for all). Jika perluasan dan mutu pendidikan dilakukan di dalam kerangka keterkaitan, maka pendidikan dasar sembilan tahun secara langsung berfungsi sebagai strategi dasar dalam upaya: (1) mencerdaskan kehidupan bangsa karena diperuntukkan bagi semua warga negara tanpa membedakan golongan, agama, suku bangsa, dan status sosial ekonomi, (2) menyiapkan tenaga kerja industri masa depan melalui pengembangan kemampuan dan keterampilan dasar belajar, serta dapat menunjang terciptanya pemerataan kesempatan pendidikan kejuruan dan profesional lebih lanjut, dan (3) membina penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena melalui wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun ini memungkinkan untuk dapat memperluas mekanisme seleksi bagi seluruh siswa yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi (Sir Hardjoko Wirjomartono, :995:49-50). Guru Pem­bimbing Khusus adalah guru yang memiliki kuali­fikasi /latar belakang pendi­dikan luar biasa yang bertu­gas menjembatani kesulitan Anak Berkesulitan Belajar (ABK) dan guru kelas/ma­pel dalam proses pem­bela­jaran serta melakukan tugas khusus yang tidak dilakukan oleh guru pada umumnya.

Selain itu, kamu juga belajar cara membuat rencana pembelajaran. Dari kelas 4 hingga kelas 6 juga dilakukan test IQ untuk melihat kemampuan dasar siswa. Hasilnya, setelah pelaksanaan program pendidikan karakter peringkat perilaku peserta didik dapat dilakukan dengan menggunakan standar yang lebih tinggi. Dan pada tahun 2016 secara resmi mendapat izin penuh sebagai Program Studi Pendidikan Dasar, sampai saat ini sudah ada 5 angkatan yang berjumlah 95 orang. Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutukannya pada waktu dewasa. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan atau pedagogie, berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar dia menjadi orang dewasa. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) adalah bidang ilmu yang memberi bekal tentang gimana caranya jadi seorang pendidik sekaligus pengajar bagi siswa-siswi Sekolah Dasar. Kalau kata orang sih, bercita-cita sebagai guru SD adalah sebuah cita-cita yang mulia. Siapa nih di antara kamu yang bercita-cita menjadi guru SD? Salah satu tenaga khusus yang diperlukan adalah Guru Pembimbing Khusus (GPK). Dengan adanya anggaran tersendiri bagi Guru Pembimbing Khusus (GPK) sesuai kapa­sitasnya sebagai GPK, maka sekolah inklusi yang sebe­narnya akan terwujud, bu­kan sekedar pelabelan dan formalitas semata. Khusus untuk Sekolah Dasar tujuan pendidikan adalah memberikan bekal kemampuan dasar Baca-Tulis-Hitung, pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya,serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP.

Pidarta Made (2007: 169) menyatakan pendidikan adalah suatu proses membuat orang kemasukan budaya, membuat orang berperilaku mengikuti budaya yang memasuki dirinya. Anggapan yang demikian itu kurang tepat, bahkan keliru karena ilmu pendidikan memiliki subjek penelitian yang khas yaitu fenomena atau situasi pendidikan dimana dalam proses perkembangan perserta didik terjadi interaksi antara pelajar atau peserta didik dengan pendidik, sedangkan pendekatan yang dipergunakan adalah minimal perpaduan antara pendekatan filosofis dan empiris. Dari penjelasan di atas jelas ada sebuah perbedaan yang mendasar antara tujuan ilmu pendidikan dan tujuan pendidikan. Secara historis, pendidikan jauh lebih tua dari ilmu pendidikan, sebab pendidikan telah ada sejaka adanya manusia. Kedua-duanya membantu para pendidik agar berhati - hati dalam raktik-praktik pendidikan. 54. MENURUT injope : Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar oleh keluarga, masyarakat atau pemerintah melalui bimbingan, pengajaran, pembelajaran dan pelatihan yang berlangsung, baik dilakukan di sekolah maupun diluar sekolah sepanjang hidup, untuk mempersiapkan peserta didik (murid) agar dapat menjalankan perannya dalam lingkungan untuk masa yang akan datang. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Dalam Bab XIII Pasal 47 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, berbunyi “ masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional”.

Pada umumnya ilmu mendidik tidak hanya mencari pengetahuan diskriptif tentang objek pendidikan, melainkan ingin juga mengetahui bagaimana cara sebaiknya untuk berfaedah terhadap objek didiknya. Kenyataannya,pengertian pendidikan ini selalu mengalami perkembangan, meskipun secara essential tidak jauh berbeda. Ilmu pendidikan itu selalu berhubungan dengan soal siapakah “manusia” itu. Dengan mempelajari sejarah endidikan itu terlihat telah tersusun pandangan - pandangan teoritis yang dapat dipakai sebagai peringatan untuk menyusun teori pendidikan selanjutnya. Pandangan filsafat tentang manusia sangat besar pengaruhnya terhadap konsep serta praktik-praktik pendidikan. Banyak penulis dalam bidang pendidikan yang tidak terlalu mempersolakan secara tersurat kaitan pendidikan, teori pendidikan, filsafat pendidikan dan ilmu pendidikan. Nilai yang dijunjung tinggi ini dijadikan norma untuk menentukan cirri-ciri manusia yang ingin dicapai melalui praktik pendidikan. Mereka lupa bahwa pendidikan tidak hanya persekolahan, melainkan banyak faktor yang turut menentukan kegagalan dan keberhasilan seseorang, seperti tujuan pendidikan, pendidik, anak didik, lingkungan pendidikan, dan alat pendidikan. UU SISDIKNAS No. 2 tahun 1989: Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan karakter yang menjadi rujukan sekolah akan tercapai secara maksimal jika karakter keluarga dan masyarakat saling mendukung dengan pendidikan karakter di sekolah.
lightserver3

Saved by lightserver3

on May 30, 22